Pengurus APPSI Jabar Silaturahmi ke BIB Lembang

  • Whatsapp
Pengurus APPSI Jabar Silaturahmi ke BIB Lembang
Pengurus DPD APPSI Jabar Silaturahmi ke BIB Lembang

Lembang, KABAR TERNAK.COM – Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) DPD Jawa Barat melakukan kunjungan ke Balai Inseminasi Buatan Lembang dalam rangka penjajakan kerja sama peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di bidang penjurian kontes ternak.

“Kunjungan ini menjadi langkah awal sinergi antara APPSI dan BIB Lembang untuk memperkuat kapasitas juri kontes agar lebih profesional, objektif, dan berbasis standar yang jelas, ” ujar Ketua DPD APPSI Jabar Subhan Bila Adam.

Read More

Dalam kunjungan ini, para  pengurus APPSI Jabar diterima oleh Kepala BIB Lembang, Gun Gun Gunara. Adapun fokus pembahasan lainnya dalam pertemuan ini meliputi rencana penyusunan parameter penjurian serta penguatan dasar hukum dalam penetapan juri.

“Prinsip, kami siap support penuh APPSI demi peternak dan penggemuk sapi di seluruh Indonesia, ” jelas Gun Gun.

Pada kesempatan ini, Subhan juga menyampaikan bahwa pada tahun ini, Kabupaten Bogor akan menjadi tuan rumah ajang bergengsi Kontes Sapi APPSI Piala Presiden. Oleh karena itu, kualitas dan integritas penjurian menjadi perhatian utama.

“Tahun ini DPD Jawa Barat akan menjadi tuan rumah Piala Presiden. Supaya persiapan lebih maksimal, khususnya di penjurian, kami merasa perlu untuk menjalin kolaburasi dengan BIB Lembang,” ujarnya.

Selain itu, DPD APPSI Jawa Barat juga berharap ke depan setiap juri kontes merupakan individu yang telah memiliki kompetensi terstandar, baik sebagai lulusan maupun yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan di BIB Lembang, sehingga kualitas penjurian semakin terjamin.

Kepala BIB Lembang, Gun Gun Gunara menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mendukung penuh peningkatan kapasitas SDM penjurian.

“Kontes merupakan pemacu semangat para peternak dalam melakukan pemuliaan genetika. Namun, saat ini pencatatan (recording) masih perlu ditingkatkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa dalam beberapa komoditas, seperti sapi Simmental, telah terdapat regulasi yang mengatur standar penilaian baik dari sisi performa maupun genetika. Hal ini dapat menjadi acuan dalam menyusun sistem penjurian yang lebih terukur dan akuntabel.

Dalam aspek breeding, recording memiliki peran penting untuk menentukan kemurnian bangsa sapi. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan kontes ternak ke depan, penilaian akan semakin diarahkan untuk membedakan secara jelas antara kategori Pure Breed dan Cross Breed.  (Ermawan)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *