APPSI Jabar Bersama SV IPB Jajaki Kerjasama Pelestarian Genetik Sapi Unggul Berbasis Teknologi

  • Whatsapp
APPSI Jabar dan SV IPB Jajaki Kerjasama Pelestarian Genetik Sapi Unggul Berbasis Teknologi
Dr drh Dwi Budiono memberikan penjelasan kepada para pengurus APPSI Jabar dalam kunjungan ke SV IPB University, Kamis (8/1/2026).

Bogor, KabarTernak.Com – DPD Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) Jawa Barat menjajaki kerjasama pelestarian genetik sapi unggul bersama Sekolah Vokasi IPB University melalui sentuhan Bioteknologi Reproduksi Biobank dan Transfer Embrio.

Sekira pukul 10:00 WIB, Kamis (8/1/2026), Ketua DPD APPSI Jawa Barat Subhan Bila Adam, S.Pt didampingi Sekretaris 1 DPD APPSI Jabar Tjahyadi Ermawan, S.H, Sekretaris 2 DPD APPSI Jabar Fikri Wibiksana, A.Md, S.P serta Bendahara DPD APPSI Jabar Dudi Firmansyah, S.Pt, M.Si tiba di SV IPB University. Kedatangan pengurus DPD APPSI Jabar diterima Sekretaris Prodi Paramedik Veteriner SV IPB University, Dr drh Dwi Budiono.

Read More

“Maksud kedatangan kami (APPSI Jabar, red) tidak lain untuk menjajaki peluang kerjasama pelestarian genetik sapi unggul milik anggota, khususnya sapi-sapi juara kontes yang digelar oleh APPSI,” jelas Ketua DPD APPSI Jabar, Subhan Bila Adam kepada awak media.

Masih menurut Subhan, APPSI yang berdiri sejak 2019 ini dikenal sebagai pioner kontes sapi di Indonesia. Berbagai kelas dilombakan, mulai kelas pedet hingga kelas ekstrem.

 “Dari berbagai kontes, muncul sapi-sapi hasil rawatan peternak Indonesia yang bisa tembus 1,3 hingga 1,4 ton. Namun, pelestarian dan keberlanjutan dari sapi-sapi juara tersebut belum maksimal. Masih mengandalkan kawin alam,”  kata Subhan.

Gayung bersambut, Dwi Budiono merespon postitif niatan APPSI Jawa Barat. Menurut pria kelahiran Cilacap yang memiliki bidang keahlian Bioteknologi Reproduksi ini, keberlanjutan trah dari sapi-sapi unggul yang mencuat di ajang kontes APPSI bisa lebih dimaksimalkan melalui pemanfaatan bioteknologi reproduksi.

“Seluruh peternak di Indonesia, baik anggota APPSI maupun non-anggota APPSI nantinya akan memiliki akses terhadap bibit berkualitas,” jelas Dwi.

Pelestarian genetik sapi unggul sendiri saat ini menjadi isu strategis, seiring meningkatnya tekanan terhadap kehilangan genetic unggul sapi, serta keterbatasan akses peternak terhadap bibit berkualitas.

Dalam konteks tersebut, lanjut Dwi, pemanfaatan biobank berperan penting sebagai sarana penyimpanan jangka panjang materi genetik, seperti semen, embrio, dan jaringan biologis, yang dapat digunakan untuk pelestarian genetik dan pengembangan ternak di masa depan.

“Insnya Allah, kami siap bekerjasama dengan APPSI untuk sama-sama mendukung percepatan swasembada sapi nasional dan meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan peternak Indonesia,” jelas Dwi.

Melalui kegiatan penjajakan ini, APPSI berperan sebagai mitra penyedia dan penerima manfaat sumber daya genetik, data performa ternak, serta lokasi implementasi lapangan. Sedangkan Akademisi Sekolah Vokasi IPB University berperan penyedia bioteknologi reproduksi dalam melestarikan sumber genetic unggul sapi lokal.

Sinergi ini diharapkan mampu menjembatani kebutuhan peternak terhadap ketersediaan bibit unggul dan bernilai ekonomis tinggi. Hasil dari penjajakan ini diharapkan menjadi dasar perumusan program kerja jangka pendek, menengah dan panjang APPSI, yang mencakup pengembangan biobank genetik sapi unggul, implementasi transfer embrio secara bertahap, serta integrasi kegiatan dengan riset bioteknologi reproduksi terapan terhadap kebutuhan peternak.

Dengan demikian, kolaborasi ini tidak hanya berkontribusi pada pelestarian plasma nutfah ternak, tetapi juga mendukung penguatan ketahanan pangan nasional dan peningkatan daya saing peternakan sapi berbasis teknologi. (tjahyadi ermawan)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *